TIPS & TRIK

Menulis Sendiri, Menyunting Sendiri

menyunting sendiri | www.pypelineediting.com

menyunting sendiri | pypelineediting.com

Setiap penulis—tidak peduli ia adalah seorang yang paling sembrono sekalipun—tentu ingin bukunya terbit dengan sempurna alias tidak memiliki kesalahan sedikit pun. Menemukan kata yang salah ketik, misalnya, penulis itu langsung menggerutu dan segera menuding editor bukunya sebagai si biang kerok. Bukankah Stephen King pernah berfatwa bahwa mengedit adalah pekerjaan dewa? Bagaimana mungkin sesosok dewa diam saja ketika melihat kata tidak menjadi tidka, bangun menjadi bagun, kejar menjadi kejra, dan sekolah menjadi seolah? Apa saja yang dikerjakan editor itu? Kira-kira begitulah yang ada di benak penulis ketika mendapati bukunya penuh dengan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

Memang tidak ada salahnya menggerutu seperti itu. Menggerutu sampai menggebu-gebu juga silakan. Selama masih memiliki potensi untuk itu, lakukan saja. Do what you want, begitu kata Greg Graffin vokalis band Bad Religion. Namun, selain menggerutu, alangkah baiknya kamu juga berpikir bagaimana cara agar kesalahan yang tidak perlu itu tidak terulang kembali di lain waktu. Bukankah itu lebih positif dan konstruktif?

Sebagian penulis memang beranggapan begini, “Tugas saya hanya menulis dari A sampai Z. Perkara editing, saya serahkan ke penerbit.” Anggapan semacam itu memang tidak ada salahnya. Toh di penerbit, memang sudah ada ahlinya, yaitu seorang editor dan copy-editor yang bertugas untuk memperbaiki tata bahasa, mengoreksi tanda baca, dan mengemas sebuah buku. Namun, sebagai seorang penulis, kamu juga semestinya tahu bahwa sebuah naskah yang sudah beres teknik kepenulisannya akan lebih disukai editor ketimbang naskah yang, katakanlah, amburadul.

Oleh sebab itu, agar tulisanmu disukai editor di sebuah penerbitan, langkah pertama yang harus dikerjakan adalah kamu harus menyunting sendiri tulisan yang telah kamu buat. Bagaimana caranya? Nah, itu dia masalahnya. Bagaimana caranya?

Memang tidak semua penulis memahami teknik penyuntingan. Bahkan, kemungkinan besar hanya sedikit penulis yang memiliki ­Buku Pintar Penyuntingan Naskah karya Pamusuk Erneste. Lagi pula, bukankah tugas seorang penulis memang hanya menulis, menulis, dan menulis? Membuat sebuah tulisan saja bisa membuat pusing kepala, apalagi ditambah dengan tugas menyunting? Bisa-bisa otak kita meledak. Duar! Terlalu berlebihan, memang. Namun, kira-kira seperti itulah yang dirasakan oleh sebagian penulis. Saya katakan sebagian, sebab ternyata memang tidak semua penulis seperti itu. Ada juga penulis yang masih peduli dan menganggap betapa kegiatan menyunting naskah sendiri itu adalah sesuatu hal yang penting. Sekali lagi, PENTING.

Mengapa penting? Sebab, naskah yang sedang kamu tulis itu adalah karya kamu sendiri. Jika kamu saja tidak peduli, jangan harap orang lain akan peduli dengan karyamu itu. Jika kamu membuat karya setengah hati, tentu orang lain pun akan mengapresiasi karyamu dengan setengah hati. Respect your own piece. Hargailah karyamu sendiri dengan mengurangi—jika tak mungkin menghilangkannya sama sekali—kesalahan-kesalahan tidak perlu yang ada dalam tulisanmu. Caranya, tentu saja, dengan menyunting.

Baiklah. Setelah kamu memahami betapa pentingnya menyunting tulisan sendiri, di pembahasan selanjutnya saya akan memberikan semacam saran berkenaan dengan kegiatan menyunting.

Jadikan KBBI dan EYD Sebagai Amunisi

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring | orisinil.com

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring | orisinil.com

Mungkin di antara kamu ada yang berteriak, “Untuk apa saya capek-capek membaca tulisan ini jika ujung-ujungnya disuruh membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan EYD? Buang-buang waktu!” Hehe. Terkadang saya juga berpikir begitu. Kalimat “Buka dan baca KBBI!” tentu lebih efisien ketimbang membuat tulisan panjang seperti ini. Oke. Begini. Meskipun kita tahu KBBI dan EYD adalah buku wajib bagi seorang penulis, tapi tidak semua penulis peduli dengan keberadaan kedua buku tersebut. Tentu saja saya tidak menyuruh kamu untuk menghapalkan semua lema yang terdapat dalam KBBI. Tenang saja. Saya tidak seekstrem itu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa sebagai penulis kamu harus menjalin hubungan karib dengan KBBI dan EYD. Sebab, dengan berhubungan karib dengan KBBI dan EYD, kamu akan tahu penulisan kalimat yang baik itu bagaimana dan penulisan kata yang benar itu seperti apa.

Membaca Ulang

Membaca Ulang | beyondaugustine.wordpress.com

Membaca Ulang | beyondaugustine.wordpress.com

Ya, membaca ulang adalah salah satu proses penyuntingan yang harus kamu lakukan. Jangan pernah merasa letih untuk membaca kembali tulisanmu yang sudah jadi. Kalau perlu, baca sampai berkali-kali. Percayalah, proses membaca ulang itu akan membuat tulisanmu menjadi semakin matang. Kamu akan tahu letak kekurangannya di mana, kesalahannya apa saja, apakah sering terjadi repetisi atau tidak, dan lain semacamnya. Kegiatan membaca ulang itu adalah fardhu ‘ain bagi seorang penulis. Sebab, tidak ada tulisan bagus yang ditulis sekali jadi. Intinya: baca ulang, temukan kesalahan, dan segera lakukan perbaikan. Ya, sesederhana itu.

Membaca Keras-Keras!

membaca keras | en.uz

membaca keras | en.uz

Yup! Kamu tidak salah baca. Di sini, kamu memang disuruh membaca dengan keras. Tidak perlu sampai berteriak-teriak seperti tukang obat. Cukup didengar oleh sepasang telingamu saja. Membaca dengan suara keras akan membantumu dalam proses penyuntingan; apakah ada kalimat yang terlalu panjang sehingga membuatmu ngos-ngosan ketika membacanya, apakah rimanya sudah oke, apakah terdapat kata yang diulang-ulang, apakah ada kata yang salah ketik, dan lain semacamnya. Percayalah, read aloud akan membuatmu lebih peka terhadap kesalahan-kesalahan elementer yang tidak kamu temukan ketika kamu membacanya dalam hati.

Oke, sepertinya cukup sekian saran yang bisa saya sampaikan dalam tulisan panjang ini. Tentu saja formula yang saya sajikan ini tidaklah baku. Mungkin kamu punya formula yang lebih mantap dari ini. Tentu itu sangat bagus sekali.[NHD/Spoila]

Advertisements

One thought on “Menulis Sendiri, Menyunting Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s