ARTIKEL

10 Kalimat yang Jangan Pernah Diucapkan kepada Penulis

 writer-rant-1

 

Berikut adalah daftar 10 kalimat yang sebaiknya jangan diucapkan ke penulis. ^_^

 

“Buku kamu baru terbit, ya? Aku minta satu ya, yang gratis tis tis! Boleh kan?”

1

 

 

 

 

 

Ngarep!

 

“Wah, sekarang kamu jadi penulis ya? Tulisin kisah hidup aku, dong!”

2

 

 

 

 

 

Hmmm…. hidup kamu enggak semenarik yang kamu bayangkan. Sori.

 

“Gue udah baca ceritalu. Lumayan bagus, tapi kalau endingnya diubah jadi begini dan begitu kayaknya tambah oke.”

3

 

 

 

 

Oke deh. Makasih.

 

“Eh, kalau menulis buku dapat royaltinya berapa sih? Hah? Segitu doang?”

4

 

 

 

 

 

Iya, emang cuma segitu doang! Terus elu mau ngajakin gue berantem? Gitu?

 

“Naskah kamu dikirim ke penerbit mana? Oh penerbit itu. Mereka kan penerbit kecil ya?”

5

 

 

 

 

 

 

So what?

 

“Buku kamu sudah pernah ada yang bestseller belum?

6

 

 

 

 

 

Belum ada dan aku masih tetap bahagia.

 

“Aku kepingin banget jadi penulis, tapi aku enggak pernah punya waktu untuk menulis.”

7

 

 

 

 

 

Helloooow, kami juga punya banyak kegiatan kok, dan kami masih punya waktu untuk menulis.

 

“Wow, enak banget cuma nulis cerpen gitu doang dapet duit. Gue juga bisa kalau cuma nulis gitu doang.”

8

 

 

 

 

 

Enggak! Elu enggak akan bisa! Makanya sampai sekarang elu cuma bisa ngomong doang tapi sampai sekarang enggak pernah menulis satu karya pun.

 

“Kira-kira novel kamu akan dibuatin film enggak?”

9

 

 

 

 

 

Enggak tahu dan aku enggak begitu peduli. Tujuan utamaku menulis bukan untuk itu.

 

“Aku enggak suka baca buku.”

10

 

 

 

 

 

Pergilah ke neraka!

[NHD/Spoila]

Advertisements

38 thoughts on “10 Kalimat yang Jangan Pernah Diucapkan kepada Penulis

  1. Respon diatas memang sering didapatkan kalau kita memang berada di lingkungan yang tidak akrab dengan dunia membaca dan kepenulisan.

    Dan sialnya di Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa, orang yang gemar membaca dan menulis itu terhitung langka. 🙂

    Like

  2. 1-4-5 asemm, hahaaa XD

    No 1 biasanya diucapin sama orang-orang yang bahkan nggak suka baca. Jadi mereka minta gratisan ‘cuma’ karena iseng. Minta dijitak ini, euy.

    No 5 nggak diucapin secara outloud sih, tapi ada feeling kayaknya dalam hati mereka bertanya-tanya, “penerbit antah-berantah mana tuh?!”

    Like

  3. Nomor 8 sempat kesel waktu ada yg nanya kayak gitu.
    Eniwey, gue setuju sih sama pertanyaan2 di atas. Ada yg pernah nanya ke saya beberapa sih. Cuma, kalau dibaca2 artikelnya sebenarnya pertanyaannya gak terlalu ‘nyakitin’ deh sampai jawabannya se’judes’ itu.. 🙂

    Like

  4. Sebenarnya sih ga terjadi sama penulis aja, apapun usaha yang sedang kita kerjakan pasti akan bertemu dengan orang yang nyinyir dan akan merespon seperti itu, tapi ga usah galak-galaklah, ga usah sensi juga (ntar dikiranya penulis stress yang bukunya ga laku-laku hehe)….santai saja, tenang saja, apalagi penulis buku itu hatinya harus lebih lembut dan kalem kan 😉 cailaaa…

    Like

  5. Yes, and number one always point one. Kalo buku belum terbit dan udah terbit pun selalu pada minta gratis, buat gue lebih milih teraktir atas keberhasilan nerbitin buku dari royalti daripada minta buku gratis, gak nambah royalti :)))

    Like

  6. Pingback: Beginilah Cara yang Asyik untuk Menyenangkan Hati Penulis | Spoila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s