TIPS & TRIK

5 Cara Membaca Sebuah Buku yang Amat Sangat Membosankan

1

Tentu kamu sepakat dong bahwa tidak semua buku menarik untuk dibaca. Ada beberapa buku yang membosankan, sangat membosankan, dan amat sangat membosankan. Cara yang paling mudah tentu tidak usah membacanya. Langsung tutup saja bukunya dan anggaplah buku tersebut tidak pernah ada di dunia ini. Namun, terkadang masalahnya enggak sesederhana itu. Mau enggak mau kamu harus membaca buku yang amat sangat membosankan itu. Bisa jadi kamu mendapat tugas dari guru atau dosen untuk membaca buku tersebut, atau kamu dihadiahi buku itu dari seseorang yang sangat spesial yang otomatis kamu wajib membacanya, atau buku itu adalah karangan teman dekatmu sendiri dan dia minta pendapatmu tentang buku itu, atau hal-hal lainnya yang intinya mau enggak mau kamu harus membaca buku tersebut. Nah, untuk mengatasi masalah itu, di sini Spoila akan berbagi tips bagaimana cara agar kamu bisa membaca buku menyebalkan itu.

 

21. Bacalah Buku Itu dengan Tujuan Melatih Kesabaran

Orang yang paling dicintai di dunia ini adalah orang-orang yang bersabar. Bahkan, Allah pun mencintai orang-orang yang sabar. Nah, karena menjadi orang yang sabar itu kadang enggak gampang, kamu harus melakukan beberapa latihan. Salah satunya adalah membaca buku yang membosankan itu. Ingat, tujuanmu membaca buku itu adalah bukan untuk mencari kesenangan dalam membaca (reading for pleasure), sebab kamu enggak akan mendapatkannya. Kamu membaca buku itu untuk melatih kesabaranmu. Bacalah perlahan-lahan, sesekali mengantuk enggak apa-apa, yang penting tujuanmu untuk menjadi orang sabar mudah-mudahan tercapai. Aamiin.

 

32. Bacalah Buku Itu sambil Melakukan Sedikit Permainan

Salah satu cara untuk menghindari kebosanan adalah dengan bermain! Sebagaimana layaknya anak kecil yang menganggap semua hal bisa dijadikan alat permainan, kamu juga harus bisa seperti itu. Jadilah seperti anak kecil. Anggaplah buku yang membosankan itu adalah ajang untuk bermain. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk bermain dengan buku itu. Misalnya, find the fault. Carilah kesalahan. Hitung ada berapa banyak typo di buku tersebut, lingkari dengan pulpenmu. Lumayan kan, bisa sekalian belajar jadi editor. Atau, hitung ada berapa kata yang dicetak miring, kata yang dicetak tebal, dan sebagainya. Atau, kamu juga bisa melakukan tindakan yang sedikit gila. Bacalah buku itu di tempat keramaian, mungkin di mal atau pasar pagi. Jika kebosananmu sudah mencapai titik kulminasi, berbicaralah dengan suara keras sambil menatap buku itu, “Kamu kok membosankan banget, sih! Aku tuh udah enggak tahan sama kamu. Ya ampun, kenapa hubungan kita bisa serumit ini! Kenapaaa!”

 

43. Bacalah Buku Itu Sedikit demi Sedikit

Ya, bacalah sedikit demi sedikit. Paragraf demi paragraf. Pagi hari 1 paragraf, siang hari 1 paragraf, sore hari 1 paragraf, malam hari bolehlah ditambah jadi 2 atau 3 paragraf. Besoknya lakukan seperti itu lagi. Mungkin ditambah jadi 2 paragraf. Pagi, siang, sore, masing-masing 2 paragraf, dan malam harinya bolehlah ditambah jadi 4-5 paragraf. Besoknya kembali ke 1 paragraf lagi. Percayalah, kamu enggak akan terlalu menderita jika proses membacanya seperti itu

 

54. Bacalah Buku Itu dengan Cepat

Jika enggak tahan dengan proses membaca per paragraf, kamu bisa membaca buku itu dengan kecepatan maksimal. Kalau perlu satu hari langsung kelar. Caranya, jangan membaca kata per kata atau baris per baris. Bacalah dengan proses skimming. Baca satu kalimat pertamanya saja di setiap paragraf. Biasanya, kalimat pertama dalam paragraf itu adalah kalimat inti, sisanya adalah kalimat pendukung. Jadi, setiap kalimat pertama selesai, langsung lompat ke kalimat pertama di paragraf berikutnya. Begitu seterusnya. Intinya, kamu mah cuma mau tahu intinya saja. Buku ini tentang apa sih. Itu saja. Dijamin, kamu pasti cepat selesai membaca buku itu. Semakin cepat selesai semakin baik, bukan?

 

65. Bacalah Buku Itu dengan Tujuan untuk Belajar Menulis

Nah, tips yang terakhir ini kayaknya lebih bijak, deh. Khususnya bagi kamu yang kepingin menjadi penulis. Kita bisa belajar dari hal yang buruk juga, bukan? Bacalah buku tersebut dan carilah di mana letak yang membosankannya. Tandai bagian-bagian mana saja yang menurutmu bertele-tele dan enggak penting. Tulis hal itu di buku catatanmu. Itu bisa jadi pedomanmu dalam menulis. Agar kamu tidak perlu mengulang kesalahan-kesalahan semacam itu di bukumu kelak.

Oke, sekian tips dari Spoila. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

[NHD/Spoila]

Advertisements

3 thoughts on “5 Cara Membaca Sebuah Buku yang Amat Sangat Membosankan

  1. tugas dosen hihihi bener banget tuh. pernah disuruh baca cerpen Malaysia tentang poligami yg bertele-tele. bete banget, tapi karena harus bikin analisis terpaksa dituntasin. untung cuma cerpen. kalo novel bisa berabe deh.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s