ARTIKEL

Beginilah Kebiasaan Aneh 3 Sastrawan Besar Ketika Sedang Menulis

1

TRUMAN CAPOTE MENULIS SAMBIL TERLENTANG

Truman Capote selalu menulis dalam keadaan terlentang. Tangan yang satu memegang segelas sherry dan tangan yang satunya lagi memegang pensil. Dalam wawancaranya dengan Paris Review pada 1957, Capote bilang begini: “Gue ini betul-betul penulis horisontal. Gue enggak bisa berpikir kecuali kalau lagi terlentang, baik di tempat tidur atau berbaring di sofa sambil ditemani rokok dan kopi. Enggak, gue enggak menggunakan mesin tik. Gue menulis draft pertama dengan tulisan tangan (pensil), terus pas revisi juga dengan tulisan tangan.”

 

2

JAMES JOYCE MENULIS SAMBIL TENGKURAP

Berbeda dengan Capote, pengarang yang satu ini terbiasa menulis sambil tengkurap di tempat tidur. Dia menulis dengan menggunakan krayon biru besar sambil mengenakan jas berwarna putih. Kenapa begitu? Karena, dulu dia pernah hampir buta. Miopia masa kecilnya berkembang menjadi masalah mata yang parah pas dia berumur dua puluhan. Dia sudah pernah menjalani operasi mata puluhan kali, tapi pengelihatannya enggak kunjung membaik. Makanya, pas lagi menulis, dia menggunakan krayon besar untuk membantunya melihat apa yang sudah dia tulis, dan jas putihnya membantu memantulkan lebih banyak cahaya ke halaman kertas ketika dia sedang menulis pada malam hari.

 

3

WILLIAM FAULKNER MENULIS SAMBIL MABUK

Faulkner minum banyak wiski ketika sedang menulis. Kebiasannya itu berawal ketika dia bertemu dengan Sherwood Anderson (pengarang asal Amerika) ketika mereka berdua tinggal di New Orleans (Faulkner bekerja sebagai pembuat minuman keras). Dalam sebuah wawancara, Faulkner mengatakan, “Saya dan Sherwood Anderson sering bertemu di malam hari dan sering pergi ke tempat minum. Kami akan duduk-duduk sambil minum-minum sampai jam satu atau jam dua. Saya mendengarkan dan dia berbicara . Pagi harinya dia akan berada di tempat kerja. Di waktu berikutnya kami bertemu lagi dan melakukan hal yang sama. Kita akan menghabiskan sore dan malam hari bersama-sama, keesokan harinya dia akan bekerja. Setelah itu saya berpikir, apakah seperti itu kehidupan yang harus dijalani untuk menjadi seorang pengarang?”

[NHD/Spoila/Flavorwire/Brainpickings]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s