Tak Berkategori

Mereka Bilang Buku ini Keren, Padahal Mereka Belum Membacanya

Pernah berbohong tentang membaca buku? Apa pun alasannya, mulai dari tidak ingin terlihat bodoh di depan seseorang, merasa sudah familier dengan buku itu dan membaca kutipannya sekilas entah di mana, atau mungkin kamu telah mencoba untuk membaca buku, tapi tidak berhasil menyelesaikannya. Tenang, kamu tidak sendiri. Ternyata, ada beberapa judul buku yang suka disebut pernah dibaca, padahal kenyataannya belum. Berikut ini daftarnya.

 

Atlas Shrugged karya Ayn Rand

1

 

Buku ini adalah karangan Ayn Rand, seorang penulis wanita kelahiran Rusia. Dia adalah penulis wanita yang berani berdiri tegak dan berteriak lantang tentang kemandirian manusia. Dalam Atlas Shrugged, Rand mengeksplor metafisika, epistemologi, politik, ekonomi, dan bahkan seks. Dan buku ini masuk ke dalam kategori buku novel terpanjang di dunia, dengan tebal 1079 halaman.

On the Origin of Species karya Charles Darwin

2

Siapa yang tidak mengenal Darwin dan prinsip evolusinya? “It is not the strongest or the most intelligent who will survive but those who can best manage change.” Buku yang berjudul lengkap On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life ini diterbitkan pertama kali pada 24 November 1859. Orang-orang banyak membicarakan buku ini, padahal mereka tidak pernah membacanya. 

Les Miserables karya Victor Hugo

3

Bisa dibilang, buku ini merangkum sedikit kondisi yang terjadi saat Revolusi Prancis. Banyak orang yang merekomendasikan buku ini, meskipun orang itu belum membacanya. 

1984 karya George Orwell

4

Buku karya George Orwell ini adalah contoh tepat bagaimana orang berpikir mereka telah membacanya, padahal mereka hanya melihat iklannya wara-wiri di televisi dan Youtube. 

The Wealth of Nations karya Adam Smith

5Banyak orang tahu tentang teori Invisible Hand milik Adam Smith, si Bapak Ekonomi, tapi sedikit yang tahu bahwa ia berkontribusi lebih banyak dari itu. Ia menolak pandangan tentang kepentingan diri sendiri dan keserakahan sebagai motivator dalam ekonomi yang sehat.

Moby Dick karya  Herman Melville

6Kalau kamu belum berhasil menamatkan atau bahkan membaca buku ini jangan khawatir. Bahkan William F. Buckley, Jr., pengarang konservatif Amerika dan pendiri majalah politik National Review, tidak benar-benar membaca ini sampai ia berusia 50. Kemudian ia berkomentar ke teman-temannya, “… aku mungkin akan meninggal tanpa sempat menyelesaikannya.”

The Art of War karya Sun Tzu

7Buku karya Sun Tzu sering disalahpahami dan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak pernah mau repot-repot untuk membacanya. Padahal saran Sun Tzu sebenarnya dalam buku itu adalah untuk menghindari pertempuran melalui penipuan dan tipu muslihat, dan hanya memilih satu peperangan yang yakin bisa kita menangkan.

The Prince karya Machiavelli

8Karya Niccolo Machiavelli ini sering dipakai oleh orang yang tidak memahami konteks sebenarnya buku ini dan memakainya untuk permainan politik dusta dan penggunaan kemunafikan dan kekejaman sebagai alat politik.

Ulysses karya James Joyce

9Buku karya James Joyce ini ditulis selama delapan tahun, terdiri dari sekitar 265.000 kata. Karena sangat tebal, buku ini kadang dijuluki buku bantal. “Kamu harus membaca buku ini. Buku ini bagus sekali. Tapi, ya, saya belum selesai membacanya.” Begitulah yang sering orang-orang katakan mengenai buku ini. [AM/Spoila]

Advertisements

2 thoughts on “Mereka Bilang Buku ini Keren, Padahal Mereka Belum Membacanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s